Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Kamis, 26 Januari 2012

SAAT KAU PERGI....

tak tertahan air mata luruh
mengalir menganak sungai
menumpahkan derita dan kecewa

saat kau katakan kan pergi
tak akan pernah datang
tak kan pernah dapat kugapai lagi

lara khan kubawa ke mana
adakah penambal luka
adakah pelipur lara

Rob tak bolehkan hamba rasakan cinta
ataukah cintaku hanya boleh untukMu semata


Depok 26 Januari 2012
ketika semua usai dan harus berakhir
selamat tinggal kenangan...

Senin, 09 Januari 2012

Pemimpin dengan Visi

Hangat dibicarakan bagaimana seorang pemimpin publik mempromosikan mobil buatan siswa SMK di daerahanya dengan membelinya sebagai mobil dinasnya. Acungan jempol atau bahkan cibiran sinis muncul dari tindakan tersebut. Namun dari sana kemudian kita dapat menilai siapa sebenarnya si komentator.

Bagi para pemimpin yang tidak memiliki visi kerakyatan dan pengabdian dalam pengemban amanah pimpinan, maka tidak jarang menganggap apa yang dilakukan oleh Pak JOKOWI sebagai sesuatu yang narsis, pamer dan lain-lain. Entahlah apakah merasa terlambat dalam melakukan kebaikan, jika ini alasannya bergembiralah Indonesia karena pemimpimpinnya mulai gemar berlomba dalam kebaikan. Namun jika alasannya karena khawatir tindakan tersebut dijadikan suatu role model dan akan mengubah gaya kepemimpinan para pemimpin kita yang cenderung feodalistik, mewah, harus yang paling baik dan dilayani, maka mungkin kita pantas untuk berpikir sejenak. Baru sebegitu kualitas pemimpin bangsa ini.

JOKOWI adalah sosok yang fenomenal. Kebijakan untuk tidak mengganti mobil dinas, tidak mengambil gaji, sampai kebijakan cara menerapkan konsep manajemen pemerintah yang baik dengan menempel anggaran di sudut kota, menolak dominasi pengusaha besar dan pro pada pengusaha kecil, menjadi sorotan banyak pihak. Namun ada satu nilai yang memang dimiliki oleh JOKOWI, beliau punya visi sebagai pemimpin yang siap mengabdi untuk kepentingan rakyatnya khususnya warga Solo.

Apa yang dilakukan dengan menggunakan mobil Esemka adalah dalam rangka mempromosikan hasil jerih payah anak bangsa. Cobalah hal yang sama juga dilakukan. Semua bupati berebut menggunakan batik khas daerahnya, sepatu produk lokal, setiap rapat menggunakan hasil produk lokal daerahnya, setidaknya itu akan membantu menumbuhkan produk lokal.

Seorang pemimpimpin memiliki makna strategis. Apa yang dilakukannya bukan hanya untuk dirinya tetapi menjadi teladan dan panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Jika pemimpimpinnya gemar menggunakan produk lokal maka semua stafnya akan malu jika mengggunakan produk import, dan secara tidak langsung akan menumbuhkan produksi lokal dan mampun memutar roda perekonomian dengan cepat.

Pada suatu kesempatan di suatu pelatihan saya sering menyindir kebijakan staf dan pegawai pemda yang sering melakukan pelatihan di luar kota hanya semata agar memperolehan SPPD karena kalau pelatihan di kotanya tidak ada SPPD. Jika itu yang terjadi maka kota daerah lain yang akan maju, namun daerah itu akan menjadi sepi karena APBDnya dibelanjakan di daerah lain, sehingga efek multipliernya akan dinikmati daerah lain.

Seperti halnya teman-teman anggota dewan atau birokrat yang terhormat, seringkali menghabiskan waktu untuk rapat di hotel, padahal gedung kantor di bangun nan megah dengan fasilitas meeting yang lengkap. Apakah alasannya sama sekedar agar mendapatkan uang rapat?

Pemimpin yang baik harus memiliki visi yang jelas ke mana akan membawa rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik harus memiliki semangat untuk mengabdi pada rakyatnya. Ada contoh kecil, ada seorang lurah yang mendapatkan gaji dari bengkok sawah. Karena kegigihan dan jiwa wirausahanya dia dapat mengembangkan usahanya sehingga menjadi pengusaha kecil. Ketika itu anaknya bertanya, mengapa Pak, kita tidak membeli mobil seperti teman-teman, toh Bapak dapat membelinya? Bapak seorang pemimpin, tidak layak untuk memakai mobil di saat warga bapak masih banyak yang jalan kaki, naik sepeda paling mewah naik motor. Maka bapak tersebut masih setia dengan motor bututnya saat mengunjungi warganya, tanpa merasa kewibawaannya akan ilang?

Apalagi jika kita lihat contoh yang agung seperti kempimimpinan Rasulullah SAW., Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Aziz. Saat sebelum menjadi khalifah Umar bin Abdul Azis adalah bangsawan kaya, yang selalu menggunakan baju kebangsawanannya dalam keseharian. Tengoklah bagaimana Umar saat setelah menjadi khalifah, hidup bersahaja, selalu memberikan contoh kezuhudan dan kesederhanaan.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang punya visi untuk mengabdi pada rakyat. Visinya tidak memiliki tujuan lain kecuali pengabdian. Tidak juga titipan kepentingan partai, atau tidak sekedar supaya dapat jabatan yang lebih tinggi atau tidak juga sekedar supaya dapat harta yang lebih banyak. Ketika pemimpin tujuannya sudah tidak murni lagi maka jangan harapkan dia akan dapat memimpin dengan baik, karena visi dan tujuannya itu yang akan menggerakkan aktivitasnya selama proses dia memimpin. Tiada tujuan hidup yang lebih tinggi kecuali mendapat sanjungan dan penghormatan dari Allah.

Salemba, 9 Januari 2012

Senin, 02 Januari 2012

Tanpamu....

Dapatkah aku memulai hidup tanpamu
Berhenti memikirkanmu
Memupus harap bersamamu
Menepis mimpi dan harap

Semakin jauh kujangkau
Menghilang tanpa pesan
Sembunyi dalam temaram

Sepi
hilang
hampa
tanpa asa

lunglai
lelah
tiada harap
tanpamu

masihkah
kau datang
menebar asa
merangkai sapa

tinggal mimpi
luka
lara
kian mengaga...


Depok 2 Januari 2012
Saat kumulai menjauh

Rabu, 26 Oktober 2011

KEMBALI.....

Termangu dalam keheningan
Setelah lelah mengejar bayang

Kemana langkahmu
Kian sirna
Memudar di heningnya malam

Kemana candamu
Lamat terdengar dalam kesunyian
Menghilang dalam kegaduhan

Tetes bulir merebak
Mengingat lara yang perih menganga
Melepas asa yang ilang musna

Adakah Engkau telah beri jawabMu
Sebuah tanya yang tidak akan kulupa
Apa arti semua...??

Adakah Engkau inginkan kukembali
Dalam dekapMu nan sunyi
Bersimpuh dalam semedi


Depok, 26 Oktober 2011
Saat aku ingin mengawali

Senin, 27 Juni 2011

SENYUM ANAKKU....

Saat kau dekap raport birumu
Senyum bangga tersungging manja
Sinar mata ceria penuh kejujuran

Tidak seperti biasa engkau tampak ceria
Seharian engkau bermanja
Dengan ayah yang engkau damba

Andai aku bisa memberimu yang engkau damba
Andai aku bisa mewujudkan mimpimu
Ingin kumelakukannya...

Tuhan....
Hanya Engkau yang mampu menghadirkan
Menjelma mimpi menjadi nyata
Mengganti duka dengan suka
Menghapus luka dengan ceria

Tuhan...
Hanya satu keyakinanku
Engkau pasti menyayangku....


Depok, 27 Juni 2011

Senin, 20 Juni 2011

PERIIIIHHHH.......

Luka itu kembali menganga
Oleh tikaman pisau yang sama
Walau ditikamkan oleh orang yang berbeda...

Walau tiada darah mengalir
Tetapi lukanya terasa periih
Menyayat hati yang memar luka...

Mengapa kau tega
Menikamkan pisau dengan cara yang sama
Padahal engkau tahu
Belum genap sewarsa luka menganga...

Rob adakah ini jalanku
Meniti setiap luka
Membalut segenap duka
Dengan senantiasa mengulang kata
Engkau berikan ini karena CINTA...


Saat terkoyak luka
Dari seseorang yg teramat kudamba...
Depok 20 Juni 2011

Kamis, 16 Juni 2011

Mengapa engkau pergi ....

Seperti biasa sms masuk memberitahuku
Besuk kita akan berkumpul bertemu dirimu
Seperti kebiasaan kita di Sabtu pagi

Tiada ada rasa yang kurasa
Saat pagi kuterima sms
Engkau telah pergi...

Meninggalkan kami...
Tidak hanya pagi ini...
Tapi selamanya...

Begitu cepat engkau pergi
Belum puas aku belajar darimu
Belum puas aku memandang wajah teduhmu

Sungguh...
Aku begitu menyiakan kehadiranmu
Menyiakan kesempatan yang engkau berikan
Adakah yang ingin ditanyakan....

Di tengah kesibukanmu
Engkau masih sempatkan untuk berbagi nasehat
Pada diriku yang tak juga mau berubah...

Rob mengapa Engkau ambil begitu cepat
Guruku...ummiku...sahabatku...

Adakah Karena cintamu padanya
Adakah karena Engkau ingin selamat dirinya
Karena Engkau menyayanginya


untuk ummi dan guruku
Ustadzah Yoyoh Yusroh
dari sahabat, murid yang belum dapat meneladanimi

Kamis, 03 Maret 2011

Rob....apa kehendakMU...

Yaa Rob adakah aku salah meniti jalanMU
Adakah aku salah dalam melangkahkan kakiku...

Rob adakah aku telah menduakan CintaMU
Adakah aku telah mengabaikanMU

Yaa Allah apakah Engkau akan kembali menghukumku
Karena alpa yang aku lakukan

Akankah Engkau akan memenjarakanku
Dengan asa yang senantiasa terputus

Jika semua karena kehendakMU
Ijinkan aku tetap tersenyum menjalaninya

Jika semua karena cintaMU
Ijinkan aku tetap bahagia melakoninya

Sungguh hidupku, matiku
Hanyalah untuk mengejar cintaMU

Depok 3 Maret 2011
Semoga Allah hadirkan dirimu
bersama asa dan harapku

Selasa, 25 Januari 2011

Saat kukembali Bersimpuh....

Saat kukejar bayangmu
Seakan bahagia khan datang menyapa
Namun semakin dekat
Ternyata memang sekedar bayang-bayang semu

Kembali kukejar dirimu
Seakan membuncah bahagia
Namun yang ada hanyalah
Bayang semu

Adakah memang tidak berhak diriku
Untuk sekejap merasakan
Hangatnya pelukan
Indahnya kebersamaan

Ataukah memang bahagiaku tidak di sana
Adakah kurang ikhlas diriku
Menapaki setiap takdirMU
Mensyukuri setiap nikmat karuniaMU

Hingga masih kuinginkan yang lain dalam hidupku
Bahagiaku dalam kesendirianku
Bahagiaku dalam munajat panjangku
Bahagiaku dalam tangis dan laraku

Tetes air itu kian deras
Tak tertahan bagai anak sungai
Melepas lara dan luka
Entah kapan kan terobati

Depok 25 Januari 2011
Saat kau pergi...
Adakah kau akan kembali lagi...

Senin, 10 Januari 2011

Apa KehendakMU

Jalanku seakan linglung
Tak kuat lagi raga untuk melangkah...

Mengapa tiba-tiba aku berada di sini
Adakah aku telah tersesat
Ataukan ini semua hanya mimpi....

Adakah ini tugas baru dariMU
Adakah ini amanah baru dariMU

Inikah jalan baruku
Untuk mengabdi padaMU
Untuk kembali menangis di haribaanMU

Ampuni hamba yang tidak bisa...
Mengartikan setiap makna
Menerjemahkan makna takdir dan kehendakMU


Awal tahun
saat kau datang kembali