Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Senin, 09 Januari 2012

Pemimpin dengan Visi

Hangat dibicarakan bagaimana seorang pemimpin publik mempromosikan mobil buatan siswa SMK di daerahanya dengan membelinya sebagai mobil dinasnya. Acungan jempol atau bahkan cibiran sinis muncul dari tindakan tersebut. Namun dari sana kemudian kita dapat menilai siapa sebenarnya si komentator.

Bagi para pemimpin yang tidak memiliki visi kerakyatan dan pengabdian dalam pengemban amanah pimpinan, maka tidak jarang menganggap apa yang dilakukan oleh Pak JOKOWI sebagai sesuatu yang narsis, pamer dan lain-lain. Entahlah apakah merasa terlambat dalam melakukan kebaikan, jika ini alasannya bergembiralah Indonesia karena pemimpimpinnya mulai gemar berlomba dalam kebaikan. Namun jika alasannya karena khawatir tindakan tersebut dijadikan suatu role model dan akan mengubah gaya kepemimpinan para pemimpin kita yang cenderung feodalistik, mewah, harus yang paling baik dan dilayani, maka mungkin kita pantas untuk berpikir sejenak. Baru sebegitu kualitas pemimpin bangsa ini.

JOKOWI adalah sosok yang fenomenal. Kebijakan untuk tidak mengganti mobil dinas, tidak mengambil gaji, sampai kebijakan cara menerapkan konsep manajemen pemerintah yang baik dengan menempel anggaran di sudut kota, menolak dominasi pengusaha besar dan pro pada pengusaha kecil, menjadi sorotan banyak pihak. Namun ada satu nilai yang memang dimiliki oleh JOKOWI, beliau punya visi sebagai pemimpin yang siap mengabdi untuk kepentingan rakyatnya khususnya warga Solo.

Apa yang dilakukan dengan menggunakan mobil Esemka adalah dalam rangka mempromosikan hasil jerih payah anak bangsa. Cobalah hal yang sama juga dilakukan. Semua bupati berebut menggunakan batik khas daerahnya, sepatu produk lokal, setiap rapat menggunakan hasil produk lokal daerahnya, setidaknya itu akan membantu menumbuhkan produk lokal.

Seorang pemimpimpin memiliki makna strategis. Apa yang dilakukannya bukan hanya untuk dirinya tetapi menjadi teladan dan panutan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Jika pemimpimpinnya gemar menggunakan produk lokal maka semua stafnya akan malu jika mengggunakan produk import, dan secara tidak langsung akan menumbuhkan produksi lokal dan mampun memutar roda perekonomian dengan cepat.

Pada suatu kesempatan di suatu pelatihan saya sering menyindir kebijakan staf dan pegawai pemda yang sering melakukan pelatihan di luar kota hanya semata agar memperolehan SPPD karena kalau pelatihan di kotanya tidak ada SPPD. Jika itu yang terjadi maka kota daerah lain yang akan maju, namun daerah itu akan menjadi sepi karena APBDnya dibelanjakan di daerah lain, sehingga efek multipliernya akan dinikmati daerah lain.

Seperti halnya teman-teman anggota dewan atau birokrat yang terhormat, seringkali menghabiskan waktu untuk rapat di hotel, padahal gedung kantor di bangun nan megah dengan fasilitas meeting yang lengkap. Apakah alasannya sama sekedar agar mendapatkan uang rapat?

Pemimpin yang baik harus memiliki visi yang jelas ke mana akan membawa rakyat yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik harus memiliki semangat untuk mengabdi pada rakyatnya. Ada contoh kecil, ada seorang lurah yang mendapatkan gaji dari bengkok sawah. Karena kegigihan dan jiwa wirausahanya dia dapat mengembangkan usahanya sehingga menjadi pengusaha kecil. Ketika itu anaknya bertanya, mengapa Pak, kita tidak membeli mobil seperti teman-teman, toh Bapak dapat membelinya? Bapak seorang pemimpin, tidak layak untuk memakai mobil di saat warga bapak masih banyak yang jalan kaki, naik sepeda paling mewah naik motor. Maka bapak tersebut masih setia dengan motor bututnya saat mengunjungi warganya, tanpa merasa kewibawaannya akan ilang?

Apalagi jika kita lihat contoh yang agung seperti kempimimpinan Rasulullah SAW., Abu Bakar Ash Shidiq, Umar bin Khatab, Umar bin Abdul Aziz. Saat sebelum menjadi khalifah Umar bin Abdul Azis adalah bangsawan kaya, yang selalu menggunakan baju kebangsawanannya dalam keseharian. Tengoklah bagaimana Umar saat setelah menjadi khalifah, hidup bersahaja, selalu memberikan contoh kezuhudan dan kesederhanaan.

Pemimpin yang baik adalah mereka yang punya visi untuk mengabdi pada rakyat. Visinya tidak memiliki tujuan lain kecuali pengabdian. Tidak juga titipan kepentingan partai, atau tidak sekedar supaya dapat jabatan yang lebih tinggi atau tidak juga sekedar supaya dapat harta yang lebih banyak. Ketika pemimpin tujuannya sudah tidak murni lagi maka jangan harapkan dia akan dapat memimpin dengan baik, karena visi dan tujuannya itu yang akan menggerakkan aktivitasnya selama proses dia memimpin. Tiada tujuan hidup yang lebih tinggi kecuali mendapat sanjungan dan penghormatan dari Allah.

Salemba, 9 Januari 2012

Senin, 02 Januari 2012

Tanpamu....

Dapatkah aku memulai hidup tanpamu
Berhenti memikirkanmu
Memupus harap bersamamu
Menepis mimpi dan harap

Semakin jauh kujangkau
Menghilang tanpa pesan
Sembunyi dalam temaram

Sepi
hilang
hampa
tanpa asa

lunglai
lelah
tiada harap
tanpamu

masihkah
kau datang
menebar asa
merangkai sapa

tinggal mimpi
luka
lara
kian mengaga...


Depok 2 Januari 2012
Saat kumulai menjauh